Alkisah Rakyat ~ Sejak dahulu tanah kita terkenal subur. Kesuburannya disebabkan hutan yang lebat, hutan ini memberikan kehidupan untuk manusia, bahkan binatang. Disana hidup binatang buas dan binatang yang jinak.
Di dalam hutan hidup binatang rusa yang pemamah biak dan berjari genap. Rusa jantan kebanyakan bertanduk dan setiap kali lepas diperbarui. Lama hidup dan umurnya dapat dihitung melalui jumlah cabang tanduknya. Tanduk ini pula yang membuat rusa sombong terhadap binatang lain.
Suatu ketika rusa sedang berjalan-jalan dekat sungai. Bertemulah rusa dengan seekor binatang kecil yang bernama lintah. Binatang ini badannya lembut dan hidup di dalam air ataupun darah. Lintah suka melekat pada tubuh orang atau binatang untuk menyisap darahnya. Karena badannya kecil, lintah tidak sombong seperti rusa dan tidak suka banyak bicara.
Suatu ketika, rusa langsung mendekati sungai yang banyak airnya dan segera minum. Memang dalam hutan banyak terdapat sungai yang mengalir yang biasa mengubah daratan dengan mengikis batu dan tanah serta menghanyutkannya jauh ke laut. Rusa tanpa pduli dengan lintah mengenyangkan dirinya. Setelah kenyang, dengan sombongnya pula rusa menegur lintah yang berada di atas pohon kayu besar.
Apa pekerjaanmu, Lintah? Kalau kau hanya berdiam diri di pohon berarti kaulah mahkluk yang tak berguna di atas dunia ini. Apalagi kau tak berkaki mungkin juga kau tak bermata serta tubuhmu pun kerdil tak berwarna atau gelap.
Sungguh kau sangat menghina aku Rusa! Tak apa, meski aku kau hina, aku pun tak takut padamu. Memang kau besar, dan aku kecil, tetapi kau tak bisa berbuat seenaknya kepadaku! Belum tentu kalau kita berlomba kau yang akan menang. Mungkin saja aku yang dapat memenangkan pertandingan kita. Kita lihat sajalah, kata lintah.
Dengan angkuhnya rusa menjawab perkataan lintah, “Janganlah kau banyak berbicara, kalu kau berani marilah kita bertarung lari. Kita akan lari sepanjang sungai ini dari hulu ke muara atau dari muara ke hulu.” Sementara itu lintah pun turun dari atas pohon.
Perhitungan dimulai tanda pertarungan dilaksanakan. Dengan cepat, ketika hitungan kedua lintah segera melompat dan melangkah ke tubuh rusa. Tanya rusa,” Apakah kau sudah siap Lintah?” Tentu sudah, “jawab lintah. “Kalau demikian, aku segera menghitung yang ketiga dan kita segera lari.”
Rusa mulai berlari sekuat tenaganya. Sementara berlari rusa bertanya, “Dimanakah kau, Lintah?” Segera saja lintah menjawab, “Aku ada di sini. Jangan kau takut aku selalu berdampingan denganmu.”
Rusa pun menambah kecepatannya karena dia pikir lintah sejajar dengan dia ataupun mungkin sudah berada di depannya, rusa bertanya pula, Dimakah kau?
Rusa pun bukan hanya berlari kencang, tetapi berlari sambil melompat. Keadaan ini melelahkan rusa. Lintah tertawa-tawa sebab dia keenakan di badan rusa. Tanpa mengeluarkan tenaga malahan mengisap sebanyak-banyaknya darah rusa. Akhirnya rusa berkata, “Hai Lintah, aku menyerah saja sebab aku tak berdaya lagi.”
“Mengapa?” “Ah, memang kau lebih kuat dari aku.” Rusa pun langsung merendamkan badannya ke dalam air sambil berseru-seru minta tolong.
“Ampun, ampun, aku minta ampun, Lintah. Kau sajalah jadi pemenangnya! Biarlah kita bersahabat saja sebagai penghuni hutan.” Itulah sebabnya kau rusa jangan memandang enteng sesamamu, sebab engkau besar tapi kecil pikiranmu,” kata lintah.
Kesimpulan
Cerita ini tergolong cerita dongeng (fabel). Cerita ini memberikan pelajaran kepada kita agar tidak sombong bila kita lebih besar, lebih kaya ataupun lebih pintar dari pada orang lain.

0 Response to "Rusa Dan Lintah"
Post a Comment